abcde

terkadang, tulisanlah kenangan terindah.

Jumat, 29 Maret 2013

-.-

kemarin kan bimbingannya itu di ruang guru, terus kata salah seorang guru disitu "tidak mau hidup 100tahun". em saya terpikir sih dari itu, semua orang pasti mau hidup lama. yah bukan semua sih tapi kebanyakan. jujur, saya tidak mau hidup terlalu lama. tapi sayang, bekalku ke akhirat masih belum memuaskan jadi belum mau meninggalkan dunia. saya juga belum mau meninggalkan ayah dan ibu, sebelum saya bisa membahagiakan mereka, membanggakan mereka. di lihat dari segi saya, sebenarnya saya tidak mau sekolah, lebih baik di rumah saja. tapi di pandang lebih jauh, saya mau membahagiakan malaikat-malaikat yang senantiasa ada untuk saya. lagipula, apa gunanya hidup 100 tahun kalo misalnya penglihatan sudah mulai buram, pendengaran sudah mulai tidak jelas, badan juga sudah susah bergerak. iya kan? itu hanya akan menyusahkan orang banyak. tapi itu untung-untung kalo ada yang mau urus, nah kalo di biarkan begitu saja, lemah tak berdaya? mending tidak usah kan hehe.

saya mau jadi orang yang berguna sih, cuma bagaimana bisa? 
terus terus saya juga sempat terpikir, bagaimana kalo nanti di masa depan semua mimpi dan cita-cita yang saya inginkan itu tidak tercapai? bagaimana kalo Tuhan mau saya jadi orang yang tidak sesuai dengan impian yang saya dambakan itu? itu baik sih, cuma mungkin akan sedikit mengecewakan. 
tapi overall, berusahalah dulu qalb, jangan pikir yang terlalu jauh. 
katanya, in the end everything will be okay. if it is not okay, then it is not the end~

Rabu, 27 Maret 2013

sepertinya

sepertinya saya memang sudah gila! masa baru begini sudah merasa begitu lagi err.
dan kenapa datang terus tapi tidak pernah mencoba mengetuk? supaya saya tau.
kalo memang tidak mau masuk, kenapa harus lewat-lewat terus? kenapa harus meneror saya terus?
banyak yang bisa kau datangi, kalo mau nanti saya kasih alamat yang paling baik pemiliknya.
tapi sebelum itu, bisa tidak hapus semua jejak kakimu di depan pintuku?
di depan pintu yang dimana kau berdiri sepanjang hari, bahkan ketika saya tidak ada. 
jejak yang bahkan terlihat jelas hanya karena bayangmu. 
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaagilaaaaa!

Selasa, 26 Maret 2013

tidak jelas jleb.

lagi hujan loh malam ini, saya di kamar kepanasan. mau keluar kamar, tapi sudah pewe di kamar dengan laptop di depan. tidak tau mau bikin apa, jadi ini kerjaan satu-satunya. padahal tadi lagi belajar, eh malah mati lampu. kamsep, mana guntur suaranya bikin takut lagi em.

besok sampai beberapa hari ke depan, bimbingan masih terus saja di malakosa. bosan loh, malakosa sepi. kita kayak lagi merantau di kota orang, yang tidak ada orang kenal kita ataupun sebaliknya. rindu garudaaaaaa, rindu makan di kantin, rindu ketawa-ketawa sama mereka, rindu dengar lagu saat tidak ada guru ataupun istirahat, rinduuuuuuuu semua. tapi sepertinya nanti saya akan merasa rindu sama bimbingan di sekolah orang ini, bimbingan sama mereka, bimbingan sama pembimbing yang tidak habis leluconnya hehe.

semua orang sedang berjuang keras sebelum hari H mendatang, jadi sepertinya saya tidak punya alasan untuk tidak berjuang keras. kalo hanya setingkat kota atau propinsi, saya tidak akan dapat piagam. jadi sepertinya harus belajar lebih keras lagi untuk bisa sampai ke nasional. tidak peduli nanti mau juara ke berapa asalkan nasional dulu amiiiiiiiin.

Minggu, 24 Maret 2013

hihi, dasar.

malam ini, semua doaku saya peruntukkan kepada Mamma, tante sekaligus sahabat dan kakak yang sangat saya sayangi dan rindukan. em mari kita bercerita.

dahulu kala, ketika ayah saya kuliah di menado, saya, adik saya dan ibu saya itu tinggalnya di makassar sama nenek dan saudara2nya ibu. nah ibu kan bekerjanya itu di pangkep, sekitar satu jam dari makassar jadi tiap hari ibu pulang balik pangkep makassar. nah ibu pergi mengajar itu pagi-pagi jadi saya tidak sempat di urus. ketika itu nenek, tante-tante dan om-om saya lah yang senantiasa marah-marah pagi hari supaya saya bisa bangun dan pergi ke TK hihi unyu yah. tante saya biasa yang sisirkan rambut dan mengikat rambutku. tapi pergi TK itu saya pergi sendiri yah, jalan kaki dekat juga je' hihi. dari situ saya dekaaaaat sedekat dekatnya sama tante-tante, mungkin bisa di panggil mamma dan mimma. mereka ini kembar loh, unyu kan.

perkenalkan, Mimma ini lebih kakak daripada Mamma. dua-duanya orang yang sangat merawat diri, jadi kalo ketemu mereka pasti di suruh luluran lah, bersihkan mukalah dan lain-lain. em, Mimma ini lebih berat daripada mamma, mim itu lebih lebar hihi mam kurus. mam kan kerjanya itu guru, jadi dia sibuk. tidak kayak mim, mim kerja swasta yang lebih ke sosial jadi sering telepon2 kalo ada gratisannya. kalo saya tidak punya teman menunggu jemputan pasti mim yang saya suruh temani sy via telepon. kalo mam baru satu kali telp pas saya belum di jemput. mim sama mam itu suka marah-marah, em saya dan sepupu-sepupu nakal memang sih dan pemalas makanya sering di marah, tapi marah-marahnya itu yang bikin saya rindu sekali sama merekaaa.

terus juga kalo saya liburan kesana, paling tidak mim sama mam itu harus traktir saya makan atau nonton hihi harus itu. saking dekatnya saya sama mereka waktu kecil saya sering menangis kalo mau pulang ke Palu, menangis anak-anak. tau kan kalo anak-anak menangis itu pasti dari hati terdalam. tapi beranjak dewasa, saya tidak sedih lagi, hanya rindu.

oh iya, jangan bicara tentang mim dan mam terus. saya juga punya om yang gila menurut saya. dia adalah adik termudanya ibu. saya dan sepupu-sepupu saya panggilnya bapak ua'. singkatnya papua'. lucu loh, pernah dulu temannya papua' telpon kan, cari papua' nah saya bilang "bapak ua' telpon" terus temannya papua' bilang "adami anakmu fuad?" hahahha entah bagaimana menrut orang-orang yang membaca ini, tapi menurut saya ini lucu. om saya belum menikah yah, masih muda juga hehe tapi tidak muda-muda amat.

bapak ua' ini sosok kakak yang saya inginkan loh. walaupun sesungguhnya dia ini omku hihi. orang satu ini jail, tapi saya tau dia baikkkkk. dia juga salah satu orang yaang harus traktir saya kalo saya lagi liburan kesana hehe. pokoknya overall saya sayang sama mereka semuanyaaaaaaaaa. semoga operasi mam besok bisa berjalan lancar dan tidak lupa traktir saya kalo saya ke makassar nanti liburan mendatang, amiiiiin :*

Rabu, 20 Maret 2013

wahaha

pertama, saat membicarakan mengenai perasaan emosi. saya terpikir ternyata saya betul-betul tidak tau bagaimana perasaan marah itu. yang saya tau, hanya punya perasaan jengkel, sakit hati, sedih, senang, bahagia, greget, deg-deg, dan mostly mengenai itu. rasanya betul-betul tidak mengerti sama kata marah itu bagaimana. menurut saya, marah itu adalah emosi ketika dimana kita mengungkapkan, meluapkan semua kepenatan yang membelunggu di dada di depan orang-orang. dan sejauh ini saya bukan orang yang bisa seperti itu, makanya tau kan orang-orang seperti saya tidak tau rasanya marah.

tetapi mungkin orang punya pendapat beda tentang itu, dan sebenarnya saya tidak begitu peduli. karena kalo saya peduli, yah nanti terpengaruh lagi haha tapi kalo soal begini bagaimanapun orang bilang saya tetap ikut apa yang saya yakini. dan yang saya yakini yah seperi itu.

oh iya, terkadang ada orang yang menginginkan kita untuk begini, untuk begitu. karena kita begini jadi kita harus begitu. pertama kalo di bilang orang tidak pedulian saya memang orang yang kurang peduli saya tidak peka. makanya saya tidak suka satu kali di judge hehe. oh iya juga, saya tidak suka dengar pendapat orang mengenai bagaimana saya, karena sesungguhnya saya tidak mau berubah haha mungkin itu baik atau itu buruk, yang penting saya nyaman jadi saya yang mungkin menurut orang buruk. kalau suatu hari saya tidak nyaman pasti saya berubah lah, saya tidak peduli dengan orang yang berbicara di belakang selama saya tidak tau kalau saya di bicarakan hahaha karena kalo saya tau saya sakit hati, mungkin saya akan terlihat biasa, tetapi tidak banyak orang tau kalo saya ini orang yang baik dalam bersandiwara.

dan ketika saya sakit hati, saya bisa menangis tiba-tiba di belakang banyak orang. menangis ketika perasaan sakit itu beda dengan menangis biasa. saya bisa sampai tersedu-sedu hihi. miris yaah.
saya memperlakukan orang, tergantung bagaimana orang terhadap saya, atau bagaimana kata hati saya tentang seseorang. saya orang yang gampang terpengaruh sih, makanya ketika orang-orang berbicara saya memilih diam hihi. aduh ini sesi curhat yaa? em.

Sabtu, 16 Maret 2013

ciee ciee

hari ini, aku sempat menatapmu, bukan hanya sekedar memandangmu.
hari ini aku mengingatmu, bukan hanya memikirkanmu.
sejauh ini aku lupa bagaimana melihatmu.
karena sejauh ini pula, aku tidak berani menatapmu.
aku terbiasa memandangmu.
yah memandang punggungmu.

saat melihatmu, aku seperti baru mengenalmu.
yah wajar, karena biasanya aku hanya terbiasa mendengarmu.
aku menyukaimu lewat suaramu.
suara yang tiap hari mengusik hariku.
dari banyaknya suara, hanya suaramu yang paling jelas masuk ke pendengaranku.
aku juga menyukaimu lewat sikapmu.
sikap yang terkadang membuatmu terlihat berbeda dari keseharianmu.

entah bagaimana kau dan orang-orang menilainya.
sekedar mengingatmu, aku tidak perlu untuk melihatmu.
karena ingatanku mengingat dengan baik tentangmu.
seringkali, aku menjadi pendengar yang baik bagimu.
hanya saja kau tak mengetahuinya.

aku peduli, hanya saja aku tak memperlihatkannya.
mungkin aku hanya tidak tau bagaimana untuk membuatku terlihat peduli.
tetapi untuk kau tau, di balik diamku aku peduli.
walaupun mungkin kau tidak peduli.

(puisi ini bukan curhatan yah, hanya sekedar menulis. tidak untuk siapa-siapa dan tidak menggambarkan perasaan siapa-siapa ;))

Minggu, 10 Maret 2013

ini apa ya? hahaha

berbicara mengenai kuat, aku kuat kok.
aku kuat untuk pilihan yang dari awal aku pilih.
aku kuat untuk berjalan sendiri.
dan aku kuat untuk membuat orang lain melihatku kuat.

saking kuatnya, aku lupa kalau aku pun bisa menangis.
aku lupa kalau aku punya hati.
dan aku lupa akan perasaanku sendiri.

tetapi, sungguh aku lelah.
aku lelah berdiri bodoh di tempat yang aku tidak tau dimana.
aku lelah dengan semua ini.
tidak inginkah kau menuntunku?
menunjukkan jalan kepadaku kemana seharusnya aku bergerak?
tetapi aku tidak ingin lagi berjalan sendiri.
aku ingin bersamamu.
bersamamu menemukan jalanku.
mungkin bukan jalanku, tetapi jalan kita.

tetapi sepertinya kau juga sibuk menunggu di jalanmu sendiri.
kau menunggu siapa?
tidakkah kau merasa kesepian?
tidak inginkah kau datang menghampiriku?
oh iya, kalau kau ingin menemukanku, aku sekarang tersesat.
yah tersesat di hatimu.

dan sampai kapan kau akan menunggu orang yang kau tunggu itu?
sejauh ini memang aku bodoh, aku menunggumu tanpa memberitahu.
tetapi sepertinya kau juga bodoh, kau lupa memberitahunya.
aku ingin segera menghampirimu, hanya saja aku tau orang itu bukan aku.

mungkin aku tidak perlu menghampirimu, karena aku dapat melihatmu dari tempatku berdiri.
mataku bekerjasama dengan otakku untuk melihatmu dan mengenangmu.
itu saja cukup bagiku.

Sabtu, 09 Maret 2013

for you too dear.

dan hai, kamu.
iya kamu.
masih ingat aku?
masih ingat kita?
masih ingat bagaimana aku dan kamu dulu?
mungkin kau sudah melupakannya.
tapi sayang, aku masih melayang didalamnya.

dulu, banyak orang iri melihat kita.
dulu, banyak garaan menyertai kita.
dan dulu, banyak kisah tentang kita.

tetapi apa kabar dengan sekarang?
apa kabar dengan hari-hari yang akan datang?
segampang itukah kau melupakanku?
mungkin segampang itu juga kau mencari penggantiku.

tau kan, dulu kau tempatku bercerita tentang banyak hal.
tau juga kan, dulu bagaimana aku menyayangimu.
dan kau pasti tau dulu kau menjadi lembaran penting dalam buku cerita hidupku.
yah itu dulu. dulu sebelum kau merobek perlahan lembaran yang aku sisakan untuk kita kelak.
lembaran yang telah aku biarkan bersih tak bernoda.

maaf kalau aku terkesan egois.
tetapi apa bedanya aku dan kamu?
kau memilih jalanmu tanpa memberitahuku.
kau meninggalkanku untuk suatu hal yang entah bagaimana.

aku bukan mempersalahkanmu untuk meninggalkanku. tidak.
hanya saja, kau lupa mengajarkanku untuk menggambar sendiri lembaran buku ceritaku.
tetapi tidak, aku harus kuat.
aku harus mulai mencoba menggambar sendiri tanpa bantuanmu.

sekarang, kau mungkin sudah memulai menulis di buku kalian.
menulis sebelum kalian menggambar bersama.
cukup kalian yang membaca hasil karya kalian sendiri.
jangan biarkan orang lain tau, apalagi aku.
bagaimana kau bisa mencoba mengelak sementara aku mengenal gaya tulismu dengan baik.
aku tau itu tulisanmu, dan tulisannya. mungkin.

cukup dengan itu saja.
jangan menambah sakitku dengan elakkan mu.
sakit? mungkin bukan sakit, tetapi kuatku.
kalau suatu hari dia meninggalkanmu, jangan pernah terpikir untuk mengingatku.
dan jika nanti kau meninggalkannya, mungkin kau butuh karma untuk itu.

tapi tidak, kau harus mengingatku.
bukan mengingatku sebagai orang yang sangat menyayangimu dulu.
bukan mengingatku sebagai orang yang setia menunggumu.
dan bukan pula mengingatku sebagai orang yang dengan mudahnya kau sakiti.
tetapi kau harus mengingatku sebagai limpahan berlian yang kau tukarkan untuk sebuah emas.
em mungkin tepatnya, kau menyia-nyiakan aku, yang dulu sempat jadi berlianmu.
dan tetap akan menjadi berlian berharga nan berkilau walaupun bukan milikmu lagi.

Jumat, 08 Maret 2013

dear someone, this is for you :*

dulu. dulu sekali, saat pertama melihatmu, aku tau aku akan mengagumimu sejauh ini.
mengagumimu bahkan di luar kendaliku.
sampai suatu hari aku tidak hanya melihatmu tersenyum.
tetapi akulah yang menjadi alasanmu tersenyum.

seringkali, kau datang menyapa lewat deringan hapeku.
mungkinkah kau tau kalau aku merindukanmu?
atau kau hanya ingin merayuku?
membuatku terpana olehmu.

tetapi tidak, aku tidak ingin seperti itu.
aku senang menceritakanmu kepada mereka.
mengenai bagaimana aku, bagaimana kamu, atau mungkin bagaimana kita.
tidak salah kan kalau aku berharap?
berharap menemukan jalan yang pasti melalui cahaya yang kau tunjukkan.
berharap bisa berhenti dari rasa cemas yang perlahan menerkam, memangsaku.

hari-hariku kuhabiskan untuk bercerita tentangmu.
memperkenalkan sosokmu di hadapan orang-orang kepercayaanku.
dan respon mereka baik.
aku semakin yakin akan semua ini.

tetapi suatu hari, aku mulai mempertanyakan.
mengapa aku selalu bahagia menceritakanmu?
mengapa aku selalu merindukan senyummu?
dan mengapa aku begitu ingin mendengar suaramu?

disaat aku sibuk mempertanyakannya.
kau masih saja melakukan hal yang sama, terus dan menerus.
kata mereka, aku menyukaimu.
iyakah? apakah rasa kagum itu telah berubah?
secepat itukah?

sampai suatu hari rasanya aku tidak ingin mengenalmu.
rasanya aku ingin menghapus semua perasaan itu.
rasanya aku betul-betul ingin melupakanmu secepat yang aku bisa.
tetapi secepat itu lagi kah kau menjatuhkanku?

awalnya kau menyelamatkanku melalui tali yang kau ulurkan saat aku berada di tebing curam.
tetapi, sepertinya sekarang kau mengiris perlahan tali itu.
mencoba menjatuhkanku kembali, ke dalam jurang yang gelap itu.

mungkin itu bukan ungkapan darimu.
tapi salahkah aku jika mempercayai mereka?
mempercayai orang-orang yang cukup mengenalmu?
salahkah jika aku mencoba mempercayai keadaan terburuknya?

saat ini lautan perasaan menggenangi hatiku.
perasaan yang dulu begitu mempercayaimu.
perasaan yang dulu begitu mengagumimu.
perasaan yang dulu bahagia akan kehadiranmu.
dan perasaan yang sampai sekarang mulai menyukaimu.

tidak mudah untuk mengeringkan lautan perasaan itu.
aku butuh matahari untuk menguapkannya.
tetapi bagaimana lautan campur aduk itu bisa kering secepat mungkin, sementara kau adalah matahari yang kubutuhkan?

ini puisi galau, tapi tidak.

bercerita tentangmu adalah hal yang tidak ada habisnya untukku.
bukuku, diariku, notebookku, semua mengenalmu.
mengenalmu melalui cerita-ceritaku.
mengenalmu dari senyum tipis di bibirku.
mengenalmu dari degupan jantungku saat menceritakan dirimu.

mungkin ini sedikit menggila.
pernah lalu, aku sempat mempertanyakan mengapa orang tidak pernah bosan terhadap seseorang.
dan sepertinya aku mengerti perasaan itu.
perasaan yang selalu hadir mengingatkanku.
perasaan yang tak pernah berhenti mengetuk hatiku.
dan perasaan yang terus membangunkanku dari mimpi-mimpi ini. 

oh ya hai, aku lupa menyapamu.
bagaimana aku di matamu?
em mungkin di hatimu.
sudah tau belum kalau aku merindukanmu?
merindukanmu secara tidak langsung.
aku memang melihatmu setiap hari.
aku memang mendengar suara dan tawamu di tiap hari pula.
tapi entah mengapa, perasaanku mengatakan kalau aku merindukanmu. 

oh iya, bagaimana dengan gadis yang kau sukai?
sudahkah kau mengatakan kalau kau menyukainya?
atau mungkin saat ini kau belum menyukai siapa-siapa?
kalau sudah, mungkin kau harus menjaganya.
mungkin kau harus memberitahunya.
mungkin dia juga menyukaimu.
jangan biarkan dia lelah berdiri di persimpangan yang gelap sendirian.

tetapi kalau kau belum menyukai siapa-siapa, kau mungkin perlu membuka hatimu.
memperkenalkan perasaanmu pada dunia yang luas ini.
jangan biarkan kota kecil ini mengurungkan niatmu menemukannya.
menemukan seseorang yang mungkin bisa menjadi seorang tourguide untuk hatimu.
sekarang dan selamanya. mungkin. 

jika suatu hari nasib buruk menimpa hatimu.
jangan mundur yaa, kau pantas mendapat yang lebih baik.
tetapi, tidak inginkah kau berpaling melihat ku?
tidak inginkah kau mengenalku?
mengenalku sebagai seorang yang kau sukai?
memperkenalkan aku ke duniamu?

mungkin mereka mengira aku telah berhenti, aku telah berpaling.
yah memang, pemikiranku telah berpaling.
tetapi tidak dengan hatiku.
namamu masih saja belum terhapus sepenuhnya disana.

jika kau bertanya siapa orang itu, yah orang itu kamu.
orang yang belum pernah berhenti menghantuiku bahkan pada saat aku betul-betul tersiksa.
aku memang belum pernah menyatakan padamu kalau aku menunggumu.
tapi, tidak bisakah kau menyayangiku tanpa harus mengetahui kalau aku menunggumu?
yah aku menunggumu, dulu dan sekarang.
dan entah bagaimana nanti.