abcde

terkadang, tulisanlah kenangan terindah.

Jumat, 08 Maret 2013

dear someone, this is for you :*

dulu. dulu sekali, saat pertama melihatmu, aku tau aku akan mengagumimu sejauh ini.
mengagumimu bahkan di luar kendaliku.
sampai suatu hari aku tidak hanya melihatmu tersenyum.
tetapi akulah yang menjadi alasanmu tersenyum.

seringkali, kau datang menyapa lewat deringan hapeku.
mungkinkah kau tau kalau aku merindukanmu?
atau kau hanya ingin merayuku?
membuatku terpana olehmu.

tetapi tidak, aku tidak ingin seperti itu.
aku senang menceritakanmu kepada mereka.
mengenai bagaimana aku, bagaimana kamu, atau mungkin bagaimana kita.
tidak salah kan kalau aku berharap?
berharap menemukan jalan yang pasti melalui cahaya yang kau tunjukkan.
berharap bisa berhenti dari rasa cemas yang perlahan menerkam, memangsaku.

hari-hariku kuhabiskan untuk bercerita tentangmu.
memperkenalkan sosokmu di hadapan orang-orang kepercayaanku.
dan respon mereka baik.
aku semakin yakin akan semua ini.

tetapi suatu hari, aku mulai mempertanyakan.
mengapa aku selalu bahagia menceritakanmu?
mengapa aku selalu merindukan senyummu?
dan mengapa aku begitu ingin mendengar suaramu?

disaat aku sibuk mempertanyakannya.
kau masih saja melakukan hal yang sama, terus dan menerus.
kata mereka, aku menyukaimu.
iyakah? apakah rasa kagum itu telah berubah?
secepat itukah?

sampai suatu hari rasanya aku tidak ingin mengenalmu.
rasanya aku ingin menghapus semua perasaan itu.
rasanya aku betul-betul ingin melupakanmu secepat yang aku bisa.
tetapi secepat itu lagi kah kau menjatuhkanku?

awalnya kau menyelamatkanku melalui tali yang kau ulurkan saat aku berada di tebing curam.
tetapi, sepertinya sekarang kau mengiris perlahan tali itu.
mencoba menjatuhkanku kembali, ke dalam jurang yang gelap itu.

mungkin itu bukan ungkapan darimu.
tapi salahkah aku jika mempercayai mereka?
mempercayai orang-orang yang cukup mengenalmu?
salahkah jika aku mencoba mempercayai keadaan terburuknya?

saat ini lautan perasaan menggenangi hatiku.
perasaan yang dulu begitu mempercayaimu.
perasaan yang dulu begitu mengagumimu.
perasaan yang dulu bahagia akan kehadiranmu.
dan perasaan yang sampai sekarang mulai menyukaimu.

tidak mudah untuk mengeringkan lautan perasaan itu.
aku butuh matahari untuk menguapkannya.
tetapi bagaimana lautan campur aduk itu bisa kering secepat mungkin, sementara kau adalah matahari yang kubutuhkan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar