berbicara mengenai kuat, aku kuat kok.
aku kuat untuk pilihan yang dari awal aku pilih.
aku kuat untuk berjalan sendiri.
dan aku kuat untuk membuat orang lain melihatku kuat.
saking kuatnya, aku lupa kalau aku pun bisa menangis.
aku lupa kalau aku punya hati.
dan aku lupa akan perasaanku sendiri.
tetapi, sungguh aku lelah.
aku lelah berdiri bodoh di tempat yang aku tidak tau dimana.
aku lelah dengan semua ini.
tidak inginkah kau menuntunku?
menunjukkan jalan kepadaku kemana seharusnya aku bergerak?
tetapi aku tidak ingin lagi berjalan sendiri.
aku ingin bersamamu.
bersamamu menemukan jalanku.
mungkin bukan jalanku, tetapi jalan kita.
tetapi sepertinya kau juga sibuk menunggu di jalanmu sendiri.
kau menunggu siapa?
tidakkah kau merasa kesepian?
tidak inginkah kau datang menghampiriku?
oh iya, kalau kau ingin menemukanku, aku sekarang tersesat.
yah tersesat di hatimu.
dan sampai kapan kau akan menunggu orang yang kau tunggu itu?
sejauh ini memang aku bodoh, aku menunggumu tanpa memberitahu.
tetapi sepertinya kau juga bodoh, kau lupa memberitahunya.
aku ingin segera menghampirimu, hanya saja aku tau orang itu bukan aku.
mungkin aku tidak perlu menghampirimu, karena aku dapat melihatmu dari tempatku berdiri.
mataku bekerjasama dengan otakku untuk melihatmu dan mengenangmu.
itu saja cukup bagiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar