ehem, ceritacerita ayo? tapi apa bagus yah. eh kemarin banyak dah yang mau di tulis eh pas udah di tempat nulis malah lupaa. oh iya ingat satu. kemarin nonton film yang di kasihkan oleh someone ceritanya itu tentang seorang anak kecil yang nakal, orangtuanya sudah bercerai jadi makanya kenapa dia tinggal sama ibunya. oh iya karena ibunya mau cari kerja dulu makanya dia di titipkan sementara sama neneknya yang jauh di pelosok daerah, jauh dari segala kemodern-nan. neneknya ini sudah sangat tua, sudah bungkuk, bungkuk sekali malah dan juga kasiannya itu karena neneknya tidak bisa bicara. neneknya baiiik sekali sumpah! sama saja seperti nenek-nenek yang saya miliki. saya menangis sambil menulis karena teringat nene yang sangat saya sayangi, bukan karena apa yah nene saya ini masih sehat kok, dia adalah salah seorang sosok yang saya sayangi dan saya banggakan. dia adalah ibu dari ibu saya. karena ibu dan adik-adik ibu saya manggilnya mama jadi saya ikut-ikutan deh haha.
pertama kenapa saya sayang sekali sama mama itu karena saya selalu terbayang-bayang akan cerita ibu yang selalu ceritakan tentang masa lalunya sebagai seorang anak tertua dengan 8adik yang sudah di tinggal oleh sang bapak yang menjadi tulang punggung keluarga. aduh kan saya menangis lagi, saya ingat itu cerita ibuku, kakekku lalu itu orang yang cukup high level di antara tetangganya. kata ibu, orang-orang belum punya mobil eh kakek sudah punya. orang-orang rumahnya masih pada kayu, kakek sudah pake batu bata. tapi tau tidak setelah kakek meninggal pada saat ibu saya masih seumuran saya dan adiknya yang paling kecil itu masih sekian bulan? kata ibu saya, dan juga tante-om saya dalam kurung waktu sebulan mereka itu makan setengah mati, semua barang berharga sudah di jual untuk makan, aduh sy kasian sy sempat nangis mengenang dimana ibu saya bercarita tentang ini. pada saat itu mereka hanya makan nasi dan garam, nasi dan cabe dll lah. terkadang saat ibu menceritakan akan sosok ayahnya, saya tau ada kerinduan di balik senyum dan airmatanya. dari situ saya mulai mengagumi mama, dari situ saya belajar akan sebuah arti ketegaran, makanya dari situ saya hadir sebagai cucu untuk membahagiakannya.
alah menangis kan haha, bangga nih bisa menangis. lanjut-lanjut---
kedua, alasan saya mengaguminya. ketika sepeninggal kakek, ibu sebagai anak tertua itu berjuang keras untuk hidupnya dan keluarganya. begitu juga mama, dia tidak kalah kuat dalam hal ini. awalnya kan mama itu bekerja sebagai guru kalo tak salah sampe beberapa tahun yang lalu sebelum dia pensiun. dia hebat membaca Al-Quran dengan ber-lagu loh, makanya sampai sekrang masih banyak ibu-ibu yang datang kerumahnya untuk belajar sama mama. backtothetopic, semnjak di tinggal kakek, mama itu terkadang ikut lomba tadarusan untuk dapat uang, oh iya mama itu masih muda waktu kawin sama kakek umur 16 tahun kalo tidak salah (wah umur saya tuh) biasalah orangtua masa lalu kan. pokoknya apa sajalah untuk makan mereka sehari-hari tapi bukan apa saja yang betul-betul apa saja yah, yang halal dan tidak kerja kasar. terkadang salah seorang dari anaknya merasa bosan dengan nasigaram makanan mereka sehari-hari dan dengan suara yang sangat tidak enak di dengar. sempat terpikir, teganyaa, disaat ibunya berusaha sekeras mungkin untuk makannya dan dia hanya berkata begitu di depan ibunya, pasti pada saat itu mama sangatsangat teriris hatinya. dari sini saya belajar akan pahitnya hidup, belajar akan kenyataan, belajar akan perjuangan.
dan ketiga terakhir, dengan perjuangan keras mereka, akhirnya saat ini mama pasti telah lega, tersenyum bahagia, begitu pula kakek disana melihat anak-anaknya yang sudah sukses dengan kenyataan yang pernah mereka lalui dengan perjuangan hidup yang mereka lalui. ini berkat mama yang betul-betul tidak ingin membuat hidup mereka terus seperti itu. dari sini saya belajar akan kasih sayangnya sosok seorang ibu mencoba untuk menjadi panutan dengan memperlihatkan senyumnya di setiap pagi untuk memotivasi anak-anaknya, padahal di balik senyum itu jutaan airmata berjatuhan, jutaan kesedihan menaungi jiwanya. sayang sekali sama orang satu ini, sosok nenekku tersayang, mama'~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar