dan hai, kamu.
iya kamu.
masih ingat aku?
masih ingat kita?
masih ingat bagaimana aku dan kamu dulu?
mungkin kau sudah melupakannya.
tapi sayang, aku masih melayang didalamnya.
dulu, banyak orang iri melihat kita.
dulu, banyak garaan menyertai kita.
dan dulu, banyak kisah tentang kita.
tetapi apa kabar dengan sekarang?
apa kabar dengan hari-hari yang akan datang?
segampang itukah kau melupakanku?
mungkin segampang itu juga kau mencari penggantiku.
tau kan, dulu kau tempatku bercerita tentang banyak hal.
tau juga kan, dulu bagaimana aku menyayangimu.
dan kau pasti tau dulu kau menjadi lembaran penting dalam buku cerita hidupku.
yah itu dulu. dulu sebelum kau merobek perlahan lembaran yang aku sisakan untuk kita kelak.
lembaran yang telah aku biarkan bersih tak bernoda.
maaf kalau aku terkesan egois.
tetapi apa bedanya aku dan kamu?
kau memilih jalanmu tanpa memberitahuku.
kau meninggalkanku untuk suatu hal yang entah bagaimana.
aku bukan mempersalahkanmu untuk meninggalkanku. tidak.
hanya saja, kau lupa mengajarkanku untuk menggambar sendiri lembaran buku ceritaku.
tetapi tidak, aku harus kuat.
aku harus mulai mencoba menggambar sendiri tanpa bantuanmu.
sekarang, kau mungkin sudah memulai menulis di buku kalian.
menulis sebelum kalian menggambar bersama.
cukup kalian yang membaca hasil karya kalian sendiri.
jangan biarkan orang lain tau, apalagi aku.
bagaimana kau bisa mencoba mengelak sementara aku mengenal gaya tulismu dengan baik.
aku tau itu tulisanmu, dan tulisannya. mungkin.
cukup dengan itu saja.
jangan menambah sakitku dengan elakkan mu.
sakit? mungkin bukan sakit, tetapi kuatku.
kalau suatu hari dia meninggalkanmu, jangan pernah terpikir untuk mengingatku.
dan jika nanti kau meninggalkannya, mungkin kau butuh karma untuk itu.
tapi tidak, kau harus mengingatku.
bukan mengingatku sebagai orang yang sangat menyayangimu dulu.
bukan mengingatku sebagai orang yang setia menunggumu.
dan bukan pula mengingatku sebagai orang yang dengan mudahnya kau sakiti.
tetapi kau harus mengingatku sebagai limpahan berlian yang kau tukarkan untuk sebuah emas.
em mungkin tepatnya, kau menyia-nyiakan aku, yang dulu sempat jadi berlianmu.
dan tetap akan menjadi berlian berharga nan berkilau walaupun bukan milikmu lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar