bukuku, diariku, notebookku, semua mengenalmu.
mengenalmu melalui cerita-ceritaku.
mengenalmu dari senyum tipis di bibirku.
mengenalmu dari degupan jantungku saat menceritakan dirimu.
mungkin ini sedikit menggila.
pernah lalu, aku sempat mempertanyakan mengapa orang tidak pernah bosan terhadap seseorang.
dan sepertinya aku mengerti perasaan itu.
perasaan yang selalu hadir mengingatkanku.
perasaan yang tak pernah berhenti mengetuk hatiku.
dan perasaan yang terus membangunkanku dari mimpi-mimpi ini.
oh ya hai, aku lupa menyapamu.
bagaimana aku di matamu?
em mungkin di hatimu.
sudah tau belum kalau aku merindukanmu?
merindukanmu secara tidak langsung.
aku memang melihatmu setiap hari.
aku memang mendengar suara dan tawamu di tiap hari pula.
tapi entah mengapa, perasaanku mengatakan kalau aku merindukanmu.
oh iya, bagaimana dengan gadis yang kau sukai?
sudahkah kau mengatakan kalau kau menyukainya?
atau mungkin saat ini kau belum menyukai siapa-siapa?
kalau sudah, mungkin kau harus menjaganya.
mungkin kau harus memberitahunya.
mungkin dia juga menyukaimu.
jangan biarkan dia lelah berdiri di persimpangan yang gelap sendirian.
tetapi kalau kau belum menyukai siapa-siapa, kau mungkin perlu membuka hatimu.
memperkenalkan perasaanmu pada dunia yang luas ini.
jangan biarkan kota kecil ini mengurungkan niatmu menemukannya.
menemukan seseorang yang mungkin bisa menjadi seorang tourguide untuk hatimu.
sekarang dan selamanya. mungkin.
jika suatu hari nasib buruk menimpa hatimu.
jangan mundur yaa, kau pantas mendapat yang lebih baik.
tetapi, tidak inginkah kau berpaling melihat ku?
tidak inginkah kau mengenalku?
mengenalku sebagai seorang yang kau sukai?
memperkenalkan aku ke duniamu?
mungkin mereka mengira aku telah berhenti, aku telah berpaling.
yah memang, pemikiranku telah berpaling.
tetapi tidak dengan hatiku.
namamu masih saja belum terhapus sepenuhnya disana.
jika kau bertanya siapa orang itu, yah orang itu kamu.
orang yang belum pernah berhenti menghantuiku bahkan pada saat aku betul-betul tersiksa.
aku memang belum pernah menyatakan padamu kalau aku menunggumu.
tapi, tidak bisakah kau menyayangiku tanpa harus mengetahui kalau aku menunggumu?
yah aku menunggumu, dulu dan sekarang.
dan entah bagaimana nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar