perasaan itu kembali menghantuiku.
kecemasan perlahan menerkam di dalam bayanganku.
mendengarkan, disaat betul-betul tidak ingin mendengarnya.
menghakimi untuk suatu hal yang bahkan tidak jelas adanya.
tetapi, di balik kata tidak jelas, ada kejelasan yang entah apa.
kejelasan yang entah bagaimana.
kilauan cahaya berjatuhan dari sang hitam putih.
menjelaskan luapan campur aduk yang terpendam lama.
melalui doa-doaku,
aku mengadu kepadaNya
aku mengeluh di hadapanNya
aku berserah padaNya.
dan sepertinya aku tau ini yang terbaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar