ketika orang-orang disekitarku mulai membicarakan tentangmu, aku diam membisu.
aku terdiam bukan karena aku tidak ingin mendengarkannya,
hanya saja, di balik diamku ada rasa takut yang menghalangi penasaranku.
ada rasa cemas yang menghantuiku.
aku mencoba memperdulikan hal yang tidak penting disekitarku.
tetapi, telingaku mendengar jelas.
rasa penasaranku memecah dinding ketakutanku.
dan diam-diam aku mengenalmu dari cerita-cerita mereka.
mungkin aku tidak pernah berbicara lama padamu.
aku juga tidak sedekat teman-teman yang lain terhadapmu.
dan mungkin juga kita bagaikan minyak dan air.
kita berada dalam gelas yang sama, tetapi kita memiliki dunia yang berbeda.
tetapi, sejauh yang mereka tau tentangmu, akupun mengetahuinya. mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar