"senyumku, adakalanya tidak dari hatiku, tapi dari pemikiranku. adakalanya tidak mewakili bahagiaku, melainkan kerisauan hatiku. aku bagaikan hidup di antara jeruji besi yang membatasi gerakku. mencoba menghalangi tiap langkah kaki, menghalangi tiap degupan jantungku. di balik tawa orang lain, ada kegundahan yang kurasakan. aku tidak mengerti dengan apa yang aku pikirkan, tetapi hal tersebut mulai mengusikku. berharap seseorang menyapaku, mengembangkan kembali senyum di wajahku. tapi tidak, aku hanya tidak ingin menganggu mereka, aku tidak ingin memberatkan tawa mereka. biarlah aku bahagia melihat tawa mereka, dan biarlah hidup tersenyum melihat semuanya"
kutipan ceritaku
em postingan ini dan sebelumnya bukan berarti lagi galau, hanya mencoba mengembangkan pemikiran menjadi sebuah puisi dan sedang mencoba merangkainya menjadi sebuah karya yang mungkin bisa membanggakan. ASAP!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar