ini kutipan surat di salah satu fanfiction, keren loh haha kalo menurut saya sih, saya suka. ini surat ceritanya dari seorang cowok untuk cewek yang dia sukai, diam-diam mungkin entahlah, mungkin agak sedikit terbawa kalo saya yang baca, rada miris sih kalo misalnya saya bilang ini sedikit menggambarkan tentang saya, yah sedikit haha tapi anyway baca yaaaa~
Hai^^ apa kabarmu?
Aku tidak tahu apa kau akan menerima suratku atau tidak tapi aku harus menulisnya. Aku harus memberitahumu sesuatu.
Aku mengenalmu sudah 8 tahun. Aku sadar aku mulai menyukaimu sekitar 7 tahun yang lalu, aku tidak berani mendekatimu. Kau terlalu indah untuk pria sepertiku. Aku hanya berani mengagumimu dari belakang punggungmu.
Setiap hari aku bertanya apa kau pernah memikirkanku atau tidak. Aku selalu senang setiap kita bertatapan, walau itu terjadi tidak sengaja. Aku tidak berani membayangkan keinginanku terwujud, walau hanya dalam mimpi. Kau tidak mungkin suka pria sepertiku, kan?
Setiap kita bertemu, aku selalu sulit bernapas tapi aku hanya tersenyum menutupinya. Bertingkah seolah-olah aku biasa saja padahal aku hampir mati tercekik.
Aku mungkin terlalu lancang berharap bisa menggandeng tanganmu, tangan yang hanya bisa diraih pria lain. Tapi apa kau tahu kalau aku selalu ada di sampingmu? Aku selalu menjadi bayanganmu, di mana pun kau berada aku selalu berusaha ada untukmu meski di bawah hujan atau panas yang membakar kulit. Untukmu semuanya kulakukan.
Aku selalu memastikan tidak ada pria yang menyakitimu. Aku akan jauh lebih sakit melihatmu menangis karena seorang pria. Tidak apa-apa kalau aku tidak bisa bersamamu tapi aku tidak mau kau menangis karena seorang pria. Kau tidak harus disakiti karena kau satu-satunya yang kusayang.
Aku berpikir kalau kau lebih bersinar daripada bintang di langit. Kau selalu menyinari hari-hariku. Kalau kau bintang, mau kah kau bersinar hanya untukku? Aku akan melakukannya tanpa berpikir, aku akan menyinari langkahmu di atas sana agar kau selamat walau kau berjalan sambil bergandengan dengan pria lain, pria lain yang kau sayangi.
Aku adalah orang yang akan menunggumu. Berada di sampingmu sampai dunia ini berakhir, melindungimu dengan tubuh kecilku. Sungguh, aku akan melakukan apapun untukmu. Walau tubuhku harus hancur hanya demi mendapatkan senyummu, aku bersedia.
Aku pasti bodoh karena menyukaimu terlalu berlebihan. Seharusnya aku menyerah saja dari awal. Aku tidak punya keberanian untuk mengutarakan perasaanku padaku. Walau aku bertumbuh dari anak lelaki muda yang penakut sampai menjadi pria dewasa tapi tetap saja aku tidak cukup berani untuk mengatakan hal ini padamu.
Aku selalu meyakini diriku kalau aku hanya belum bertumbuh menjadi pria dewasa, aku terus menunggu keberanian itu datang tapi sampai sekarang aku tidak pernah mengatakannya. Kau bahkan tidak pernah tahu seberapa besar rasa sayangku padamu. Aku berharap kau bisa membalas perasaanku tapi karena itu mustahil jadi aku hanya ingin kau tahu. Tapi, tidak, kau tidak tahu. Kau tidak akan pernah tahu.
Aku memutuskan untuk menulis ini karena aku yakin tidak akan pernah mengatakannya langsung padamu. Walau aku senang karena akhirnya aku tahu kau menganggapku temanmu, tapi itu sudah terlalu terlambat, kan?
Saat kau mengirimiku undangan pernikahanmu aku sadar semuanya sudah berakhir. Kau sudah menemukan pria yang akan kau ajak menghabiskan hidupmu, pria yang beruntung.
Apa kau percaya kalau aku menangis saat menulis ini? Aku tidak memiliki harapan atau apapun lagi. Semuanya sudah berakhir. Aku hanya berakhir menyedihkan. Aku tidak pantas lagi membicarakan hal ini denganmu. Kau pasti tidak mau mendengarnya, aku tidak mau menghancurkan kebahagiaanmu walau hatiku remuk mengatakan ‘Semoga kau bahagia.’
Harusnya aku yang berada di foto itu bersamamu, bukan pria lain. Aku menghabiskan semua cintaku untukmu tapi kau tidak membalasnya sedikit pun. Aku ingin marah tapi aku harus marah pada diriku sendiri karena membiarkan semua ini terjadi dan hanya menyesalinya.
Aku ingin mengatakan dengan lantang padamu, “Aku mencintaimu.” Dengan begitu kau tahu, walau sekedar tahu tapi aku sudah merasa cukup.
Sekarang, saat aku menulis ini, mulutku tidak bisa berhenti terkatup, aku terus mengucapkan kata biadab itu. Air mataku terus turun dan tanganku tidak mau berhenti gemetar. Semuanya kacau, benar-benar menyedihkan.
Sekarang aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Aku tidak menyukai seorang pun selain kau. Aku terlalu lelah untuk mencintai orang lain, aku takut akan berakhir sama.
Aku berharap kau sekarang bahagia, menghabiskan hari-harimu tanpa harus merasa sakit. Memiliki anak-anak yang lucu, melupakan pria yang hanya kau ingat sebagai teman jauh.
Tapi lainkali berpalinglah, lihatlah seseorang yang ada di sekitarmu. Karena orang seperti aku tidak berani untuk bicara padamu kalau kau tidak menyapaku. Aku memang pecundang, ini bukan salahmu. Tapi lainkali lihatlah ke sekitarmu karena akan ada pria sepertiku.
Pria yang hanya bersembunyi tanpa berani mendekatimu. Pria yang mencintaimu dengan segenap perasaannya.
Kelak kalau kau bertemu dengan Ryeowook lainnya, senyumlah padanya karena itu akan membuatnya senang setengah mati. Dan kalau dia berani mengatakan perasaannya padamu, jangan menyakitinya. Tolaklah dia dengan halus, dia akan mengerti dan menjauhimu. Karena orang yang menyayangimu tidak akan berani menyakitimu apalagi memaksamu. Dia akan menjauh dan tersenyum walau sebenarnya dia mengiris hatinya begitu dalam.
Aku senang sudah mengatakannya walau hanya dalam surat botol konyol ini. Kau juga tidak akan membacanya, kan? Aku tidak akan menghadiri pernikahanmu besok, aku tidak kuat harus melihatmu bersanding dengan pria lain. Aku tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya. Aku terlalu rapuh, aku akan patah berantakan begitu saja.
Biarkan aku melupakanmu dan membohongi perasaanku kalau aku tidak lagi mencintaimu. Aku akan melupakanmu dan mengubur dalam-dalam perasaanku.
Terakhir, biarkan aku jujur padamu.
sarangheo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar