mungkin bagi banyak orang, diriku tampak berbeda
berbeda karena memandangmu dalam diam
mengagumimu dalam kegelapan
dan menyayangimu dalam derai airmataku.
semuanya, tidaklah mudah
tidak semudah anggapan orang tentangku
tidak semudah perkataan mereka mengenaiku
dan tidak semudah itu bagiku.
salahkah, jika perasaan ini hadir dalam diamku?
hadir dalam gelapnya hariku?
hadir dalam derai airmataku?
dan hadir karenamu?
kadang, di balik semuanya, aku merenung
merenung tentangmu
adakah aku di pikiranmu?
adakah aku di hatimu?
bagiku, dirimu lebih dari cukup untuk menerangi hariku
tidak peduli seberapa sulit mereka meredupkan sinarku
tidak peduli sesakit apa perkataan mereka
yang ku tau, kaulah penerangku, dimanapun itu.
mungkin, diriku tak berharga seperti dirimu bagiku
dan aku tidak peduli itu
aku menyayangimu bukan karena menginginkanmu menyayangiku kembali
tapii, aku menyayangimu karena aku menyayangimu.
tidak perlu kata untuk mengungkapkannya
karena, aku tidak perlu mengatakannya
bukan. aku tidak mau mengatakannya
tidak untuk saat ini
pernah terlintas di benakku
suatu hari ketika hari pertemuan kita kembali
kau hadir dengan kekasihmu
hadir kembali mengingatkanku
mengingatkan aku mengenai hari-hari yang terlewat
tapi harapanku jika memang akan ada hari itu
akulah yang akan hadir bersamamu
mengulang cerita kita, yang entah mengapa begitu indah
tapi sepertinya, hidup tidak semudah itu
tidak semudah pemikiranku dan pemikirannya mengenai rencana kami di masa depan
rencana kami akan hari indah di depan
tanpa pemkiran mengenai kegelapan
taukah kau?
di hari specialmu kemarin
doa kutitipkan untukmu di balik sujud dan shalatku
bukan doa yang menguntungkanku
bukan pula doa yang merugikanmu
hanya doa yang tulus kuberikan untukmu
berharap setelah hari itu, kau dapat berubah
bukan berubah untuk menyayangiku
bukan pula berubah untukku
tapi untukmu, untuk masa depanmu
bukan bersamaku
bukan pula denganku
tapi dengan hidupmu
siapapun itu, dimanapun kau berada dan kapanpun itu
semoga doa itu betul-betul di kabulkan untukmu
doa yang tulus dari seorang gadis remaja yang mengagumimu dalam diamnya
berharap suatu hari kau dan dia akan bahagia, walaupun dengan jalan yang berbeda
berharap semoga kau dapat mengingatnya walau hanya dalam setitik ingatan di pikiranmu
dan setitik tempat untuknya di hati kecilmu.
abcde
terkadang, tulisanlah kenangan terindah.
Jumat, 23 November 2012
Minggu, 11 November 2012
u,u
hai seminggu kurang lebih tidak menulis disini yah, hihi bukan karena apa-atau-apa cuma tidak mau terasa ter-addicted sama ini, tenaang tidak lama lagi mau beli diary kok supaya bisa lebih seru tulis-tulisnya. oh iyaa, kemarin tepatnya 10-11-12 ada bazar IPA 1 di darisa seru pokoknya. entah kenapa, malamnya saya memikirkan hal itu terus. dan yah enak juga angkatan pertama hanya 2 kelas, somehow miris karena cuma sedikit cuma dengan sedikit ini lebih seru, lebih banyak waktu kita habiskan semuanya bersama, dan sungguh ini bikin masa SMA jadi unforgettable, jadi kayak mau SMA terus sama mereka ini. bagaimana ya, kalo perpisahan nanti dan semua kenangan indah ini terputarkan kembali? bagaimana rasanya mengingat suatu kejadian yang sangat ingin terulang namun tidak bisa? hahahaha mungkin akan miris tapi at least, we have those moments.
#al-azharSHS1stbatch :* {{}}
#al-azharSHS1stbatch :* {{}}
Sabtu, 03 November 2012
how?
bagusnya tulis apa? satnite ini haha bingung sih. oh iya ehem haha ada kan itu lagunya beyonce ft. kelly clarkson yang if i were a boy, saya baru sadar loh tentang maknanya. kadang terpikir bagaimana kalo jadi a boy? mereka tau tidak banyak hal tentang cewe? bagaimana pandangan mereka tentang kami? bagaimana mereka melihat kami? bagaimana mereka bisa menyukai kami? bagaimana mereka bisa menunjukkan semua itu sama kami? haha aneh sih cuma ini kan pertanyaan mengenai mereka saja. terus bagaimana mereka bisa terlihat se-strong itu? mereka tau tidak yaa, kalo overall kami semua berbeda, pandangan kami sangat berbeda-beda, dan mereka bisa tidak ya mengerti kami yang kebanyakan pake perasaan daripada pemikiran? mereka bisa mengerti tidak kalo terkadang hal yang pantas untuk jadi bahan tertawaan mereka itu menyiksa kami? if i were a boy.
Jumat, 02 November 2012
kutipan surat
ini kutipan surat di salah satu fanfiction, keren loh haha kalo menurut saya sih, saya suka. ini surat ceritanya dari seorang cowok untuk cewek yang dia sukai, diam-diam mungkin entahlah, mungkin agak sedikit terbawa kalo saya yang baca, rada miris sih kalo misalnya saya bilang ini sedikit menggambarkan tentang saya, yah sedikit haha tapi anyway baca yaaaa~
Hai^^ apa kabarmu?
Aku tidak tahu apa kau akan menerima suratku atau tidak tapi aku harus menulisnya. Aku harus memberitahumu sesuatu.
Aku mengenalmu sudah 8 tahun. Aku sadar aku mulai menyukaimu sekitar 7 tahun yang lalu, aku tidak berani mendekatimu. Kau terlalu indah untuk pria sepertiku. Aku hanya berani mengagumimu dari belakang punggungmu.
Setiap hari aku bertanya apa kau pernah memikirkanku atau tidak. Aku selalu senang setiap kita bertatapan, walau itu terjadi tidak sengaja. Aku tidak berani membayangkan keinginanku terwujud, walau hanya dalam mimpi. Kau tidak mungkin suka pria sepertiku, kan?
Setiap kita bertemu, aku selalu sulit bernapas tapi aku hanya tersenyum menutupinya. Bertingkah seolah-olah aku biasa saja padahal aku hampir mati tercekik.
Aku mungkin terlalu lancang berharap bisa menggandeng tanganmu, tangan yang hanya bisa diraih pria lain. Tapi apa kau tahu kalau aku selalu ada di sampingmu? Aku selalu menjadi bayanganmu, di mana pun kau berada aku selalu berusaha ada untukmu meski di bawah hujan atau panas yang membakar kulit. Untukmu semuanya kulakukan.
Aku selalu memastikan tidak ada pria yang menyakitimu. Aku akan jauh lebih sakit melihatmu menangis karena seorang pria. Tidak apa-apa kalau aku tidak bisa bersamamu tapi aku tidak mau kau menangis karena seorang pria. Kau tidak harus disakiti karena kau satu-satunya yang kusayang.
Aku berpikir kalau kau lebih bersinar daripada bintang di langit. Kau selalu menyinari hari-hariku. Kalau kau bintang, mau kah kau bersinar hanya untukku? Aku akan melakukannya tanpa berpikir, aku akan menyinari langkahmu di atas sana agar kau selamat walau kau berjalan sambil bergandengan dengan pria lain, pria lain yang kau sayangi.
Aku adalah orang yang akan menunggumu. Berada di sampingmu sampai dunia ini berakhir, melindungimu dengan tubuh kecilku. Sungguh, aku akan melakukan apapun untukmu. Walau tubuhku harus hancur hanya demi mendapatkan senyummu, aku bersedia.
Aku pasti bodoh karena menyukaimu terlalu berlebihan. Seharusnya aku menyerah saja dari awal. Aku tidak punya keberanian untuk mengutarakan perasaanku padaku. Walau aku bertumbuh dari anak lelaki muda yang penakut sampai menjadi pria dewasa tapi tetap saja aku tidak cukup berani untuk mengatakan hal ini padamu.
Aku selalu meyakini diriku kalau aku hanya belum bertumbuh menjadi pria dewasa, aku terus menunggu keberanian itu datang tapi sampai sekarang aku tidak pernah mengatakannya. Kau bahkan tidak pernah tahu seberapa besar rasa sayangku padamu. Aku berharap kau bisa membalas perasaanku tapi karena itu mustahil jadi aku hanya ingin kau tahu. Tapi, tidak, kau tidak tahu. Kau tidak akan pernah tahu.
Aku memutuskan untuk menulis ini karena aku yakin tidak akan pernah mengatakannya langsung padamu. Walau aku senang karena akhirnya aku tahu kau menganggapku temanmu, tapi itu sudah terlalu terlambat, kan?
Saat kau mengirimiku undangan pernikahanmu aku sadar semuanya sudah berakhir. Kau sudah menemukan pria yang akan kau ajak menghabiskan hidupmu, pria yang beruntung.
Apa kau percaya kalau aku menangis saat menulis ini? Aku tidak memiliki harapan atau apapun lagi. Semuanya sudah berakhir. Aku hanya berakhir menyedihkan. Aku tidak pantas lagi membicarakan hal ini denganmu. Kau pasti tidak mau mendengarnya, aku tidak mau menghancurkan kebahagiaanmu walau hatiku remuk mengatakan ‘Semoga kau bahagia.’
Harusnya aku yang berada di foto itu bersamamu, bukan pria lain. Aku menghabiskan semua cintaku untukmu tapi kau tidak membalasnya sedikit pun. Aku ingin marah tapi aku harus marah pada diriku sendiri karena membiarkan semua ini terjadi dan hanya menyesalinya.
Aku ingin mengatakan dengan lantang padamu, “Aku mencintaimu.” Dengan begitu kau tahu, walau sekedar tahu tapi aku sudah merasa cukup.
Sekarang, saat aku menulis ini, mulutku tidak bisa berhenti terkatup, aku terus mengucapkan kata biadab itu. Air mataku terus turun dan tanganku tidak mau berhenti gemetar. Semuanya kacau, benar-benar menyedihkan.
Sekarang aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Aku tidak menyukai seorang pun selain kau. Aku terlalu lelah untuk mencintai orang lain, aku takut akan berakhir sama.
Aku berharap kau sekarang bahagia, menghabiskan hari-harimu tanpa harus merasa sakit. Memiliki anak-anak yang lucu, melupakan pria yang hanya kau ingat sebagai teman jauh.
Tapi lainkali berpalinglah, lihatlah seseorang yang ada di sekitarmu. Karena orang seperti aku tidak berani untuk bicara padamu kalau kau tidak menyapaku. Aku memang pecundang, ini bukan salahmu. Tapi lainkali lihatlah ke sekitarmu karena akan ada pria sepertiku.
Pria yang hanya bersembunyi tanpa berani mendekatimu. Pria yang mencintaimu dengan segenap perasaannya.
Kelak kalau kau bertemu dengan Ryeowook lainnya, senyumlah padanya karena itu akan membuatnya senang setengah mati. Dan kalau dia berani mengatakan perasaannya padamu, jangan menyakitinya. Tolaklah dia dengan halus, dia akan mengerti dan menjauhimu. Karena orang yang menyayangimu tidak akan berani menyakitimu apalagi memaksamu. Dia akan menjauh dan tersenyum walau sebenarnya dia mengiris hatinya begitu dalam.
Aku senang sudah mengatakannya walau hanya dalam surat botol konyol ini. Kau juga tidak akan membacanya, kan? Aku tidak akan menghadiri pernikahanmu besok, aku tidak kuat harus melihatmu bersanding dengan pria lain. Aku tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya. Aku terlalu rapuh, aku akan patah berantakan begitu saja.
Biarkan aku melupakanmu dan membohongi perasaanku kalau aku tidak lagi mencintaimu. Aku akan melupakanmu dan mengubur dalam-dalam perasaanku.
Terakhir, biarkan aku jujur padamu.
sarangheo
Langganan:
Komentar (Atom)