abcde

terkadang, tulisanlah kenangan terindah.

Sabtu, 27 Oktober 2012

another part of me, talking.

em bicara soal kemungkinan haha setiap apapun yang terjadi semuanya ada kemungkinan, tidak ada kejadian yang super duper pasti. tapi sebenarnya se-mustahil apapun kemungkinan itu, dia tetap memiliki kemungkinan untuk tidak jadi mustahil. ini bukan karena saya orang yang gampang terbawa dengan ketidak-mustahilan itu, cuma ini hidup lah who knows kedepannya kan, sebagai manusia kita hanya menebak-nebak makanya muncul kemungkinan itu.

let say, ada 100%. 99% kemungkinan hal itu mustahil, so what? masih ada 1% kan? orang tidak pernah berkata 100% kita tidak akan sukses ke depan, cuma terkadang mereka mengatakan 99%, itu karena apa? karena masih ada keyakinan yang membenak, keyakinan akan adanya Allah yang dapat merubah segalanya, bahkan untuk hal-hal yang tidak mungkin sekalipun. memang terkadang, kemungkinan yang besar itu membuat down, tapi ketika kita down berarti tidak yakin kan yah? berarti kita sendiri yang justru membuat kemungkinan itu bertambah besar, jadi overall memang itu kembali ke diri sendiri. sekalipun itu hanya 1%, tapi ketika kita yakin, percaya dan tetap meraihnya, kemungkinan itu bisa saja berubah. dan yang membuat saya bertahan sampai saat ini karena 1% mengubah pikiran saya.

dan berbicara soal kemungkinan, tidak ada satu orang pun yang bisa menjamin masa depan. hanya Allah SWT yang maha mengetahui. dan bicara soal kematian ini, saya hanya manusia biasa juga kan, terkadang perasaan takut akan kematian itu hinggap di pemikiran. kalo orang berfikir saya takut kematian hanya karena takut kehilangan, mungkin orang itu apa yah em menggambarkan dirinya sendiri mungkin haha saya tidak takut akan kehilangan itu, cuma saya takut akan kehidupan di masa depan nantinya dengan bekal yang sedikit sekali ini. mungkin banyak orang mau sesegera kesana, ke tempat yang akan kita tinggali secara abadi, cuma saya tidak seberani itu, bahkan hanya mengkhayalkannya perasaan takut itu muncul.

dan di jagat raya yang sebesar ini, hanya bumi yang ada penghuninya. dari ratusan planet, jutaan bintang dan luasnya angkasa, kita menempati bumi. ini seharusnya tidak menjadikan kita sebagai seorang yang sombong akan hidup kita di dunia, justru ini membuktikan betapa kecilnya kita di hadapan-Nya, betapa agung-Nya Dia. kita hanyalah ciptaan yang tidak mampu berbuat lebih jauh selain menjalankan kodrat sebagai seorang manusia, dan apakah itu yang akan menjadikan sebagai seorang manusia yang sesungguhnya? manusia yang berguna? anyway, tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar