sumpah ini adalah salah satu hari yang bersejarah dalam hidupku sejauh ini. tau kenapa? entah kenapa tadi rasanya mau sekali menangis, menangis karena semuanya, semua muanya. semua hal yang menganggu pikiran selama ini, semua beban yang bahkan tidak tau siapa yang mau tau, tidak tau siapa yang mau dengar. tapi jujur kayak sinetron haha menangis di mobil di dalam gelapnya malam sendirian lagi. menangis hampir duajam dan alhasil mataku dari jam 8an tadi belum kembali normal, masih rada kayak habis menangis. miris nyaa ya ampung rempong zz.
hem biasanya hanya di tahan-tahan, membuka pikiran akan hal-hal yang menyenangkan supaya tidak teringat semuanya. senyum silih berganti mewakili perasaan yang kian hari kian meresah. hahahaha rasanya mau pergi ke tempat yang tidak kenal siapapun dan tidak ada seorangpun juga yang kenal saya. mau menyendiri di balik pahitnya hidup. adakalanya hidup itu terasa sangat-sangat bahagia hingga membuat histeris, tapi adakalanya juga hidup serasa sangat menyedihkan hingga airmata tak kunjung berhenti. kalo boleh jujur, rasanya mau pindah ke luar kota ketemu teman baru yang bisa terasa lebih comfort akan segalanya. tapi masih merasa khawatir akan hal yang jauh lebih buruk daripada banyak hal disini.
kalo cerita ke orang-orang pasti ujung-ujungnya, sabar-sabar-sabar hahahah iya sabar qaqa. dibalik kata sabar itu jantung berdegup-degup kencang menahan perasaan yang entah mengapa kian hari kian menggila. mood berubah secepat kilat. pikiran berganti-ganti tiap detik-kan jam. menjelajahi tempat, melewati arah yang entah kemana tanpa tujuan. seolah mencari-cari sesuatu yang tak pasti, berjalan untuk suatu hal yang tak berujung. menanti ujung dari kata sabar itu, seolah menghilang, tenggelam di balik gelapnya malam. adakah? salahkah jika berhenti sejenak menangisi penjelajahan tanpa arah yang membuang waktu, penjelajahan sendiri menanti kata sabar yang telah lama menggantung di pundak, menepuk-nepuk meredam amarah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar