
ini saya kutip dari merdeka.com :
Bencana alam kembali terjadi di Indonesia. Kali ini enam desa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah diterjang banjir bandang pada Sabtu malam kemarin. Peristiwa ini memakan korban jiwa dan sejumlah warga juga terluka.
"Hingga saat ini tercatat dua orang meninggal dunia, satu orang hilang, empat orang luka berat, dan dua luka ringan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Minggu (26/8).
Enam desa itu adalah Desa Boyangtongo, Lemusa, Dolago, Gangga, Nambaru dan Tindaki. Kerusakan fisik meliputi 15 rumah hanyut, 51 rumah rusak berat, 100 rumah terendam lumpur, dua gereja rusak, satu Puskesmas rusak berat, jembatan Boyantogo dan Dolago yang merupakan trans Sulawesi terputus. "356 KK (1.424 jiwa) mengungsi," katanya,
Saat ini dua desa terisolir karena akses transportasi putus. BPBD bersama TNI Batalion 711 Kompi B Parigi, Tagana, Basarnas, instansi terkait dan masyarakat masih melakukan penanganan darurat. Petugas di lapangan juga masih melakukan pendataan.
"Pencarian korban hilang masih dilakukan," tandasnya.
"Hingga saat ini tercatat 2 orang meninggal dunia, 1 orang hilang, 4 orang luka berat, 2 orang luka ringan. Kerusakan fisik meliputi 15 rumah hanyut, 51 rumah rusak berat, 100 rumah terendam lumpur, 2 gereja rusak, 1 puskesmas rusak berat, jembatan Boyantogo dan Dolago yang merupakan trans Sulawesi terputus. 356 KK (1.424 jiwa) mengungsi," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, lewat rilis yang diterima, Minggu (26/8).
BNPB pun menyatakan dua desa terisolir karena akses transportasi putus. BPBD, kata Sutopo, bersama TNI batalion 711 Kompi B Parigi, Tagana, Basarnas, instansi terkait dan masyarakat masih melakukan penanganan darurat sejak semalam.
"Pencarian korban yang hilang karena terhanyut masih dilakukan. Tim Reaksi Cepat BNPB segera menuju lokasi untuk memberikan bantuan darurat. Pendataan masih dilakukan," jelasnya. (RO/OL-10)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar