abcde

terkadang, tulisanlah kenangan terindah.

Sabtu, 26 Januari 2013

"hai apa kabar?"
kata-kata yang aku harapkan ada darimu untukku. 
mungkin bukan kemarin, bukan pula hari ini.
hanya saja, aku berharap itu ada di hari esok.

aku sudah terlalu lama memendam ini.
dan bahkan aku tidak tau harus berbuat apa untuk menghapusnya. 
aku hanya ingin kau tau, perasaan itu telah membeku di dalam tubuhku.
mengatur setiap tingkah lakuku padamu.

aku ingin tau pandanganmu tentangku. bukan. aku ingin tau perasaanmu padaku.
aku ingin tau. hanya saja aku terlalu takut.
aku takut. aku takut kau menyimpan perasaan untuknya, bukan untukku. 
aku takut, sungguh.

dari ketakutan itu aku tau, mungkin memang ini sudah seharusnya begini. 
aku menunggumu berlaku berbeda terhadap wanita lain.
bukan karena aku sanggup melihatmu dengannya, hanya saja.
hanya saja aku berharap hal itu dapat membuatku berhenti menunggumu. 

tetapi sejauh ini kau tetap diam. membisu.
mungkin kau hanya ingin menikmati hidupmu lebih jauh lagi.
aku tidak ingin mengusikmu. 

1 komentar:

  1. hm , tadi saya baca artikel ini .. coba direnungkan, semoga bermanfaat ya. jangan galau lagi ya kawan :)

    >>> Aku Mencintaimu Dalam Diam

    Sesungguhnya yang mendatangkan rasa cinta ini, yang mendatangkan rasa kagum ini, yang memekarkan hati ini adalah dari-Nya. Sungguh aku hanya bisa menerimanya. Aku hanya bisa pasrah tertegun tak bisa mengelak atas perasaan ini padamu.

    Tertegun dalam keindahan akhlakmu. Tertegun dalam manisnya lisanmu. Tertegun dalam tenangnya pandanganmu. Dan tertegun pula dalam kesejukan nasehatmu. Semua begitu sempurna, sungguh sempurna. Sesempurna sesuai firman-Nya.

    Aku yang mengagumimu dalam diam. Utuh tak tersentuh. Seperti mentari yang menyapa bunga-bunga bermekaran. Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran itu.

    Karena aku mengagumi maka izinkan aku tak mengusik khusyunya ibadahmu. Izinkan aku tak mengusik ketenangan hatimu. Tak mengapa aku tak bertegur sapa denganmu. Cukuplah bagiku menyapamu dalam doa-doaku.

    Cukuplah bagiku tersenyum lezat melihatmu bahagia. Cukuplah bagiku menyebut namamu dalam hamparan sajadahku.

    Aku yang tersentuh akhlak muliamu, aku yang terkagum lekat dalam sikapmu, mencintaimu dalam diam mungkin lebih baik bagi diriku dan dirimu. Lebih mulia bagi perasaanku dan perasanmu. Lebih menjaga kehormatanmu. Lebih menjaga kemuliaanmu. Maka izinkan aku, hai engkau yang begitu mulia, izinkan aku mencintaimu dalamn keikhlasan karena aku tak pernah tau apakah engkau yang tercatat dalam lauful mahfudz untukku?

    Karena aku tak pernah tau adakah balasan darimu untukku. Biarlah kuasa Allah yang menggerakan hatimu untukku.

    Bukan karena mencintaimu dengan diam aku akan menderita. Bukan karena mengagumimu dengan diam aku akan merana.
    Namun, ketika ku artikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan denganmu. Maka itu lah penderitaan yang sesungguhnya.

    Aku yang mencintaimu dari kejauhan. Walaupun sungguh aku merasa sangat dekat denganmu.

    Biarlah aku dekap rapat perasaanku ini. Biarlah aku tutup rapat hingga Allah mengizinkan pertemuan kita. Namun jika memang engkau bukan tercatat untukku. Jika memang engkau hanya hiasan duniaku yang sementara, sungguh aku yakin Allah akan menghapus cinta dalam diamku padamu. Allah akan menghilangkan perasaanku untukmu. Dia akan memberikan rasa yang lebih indah pada orang yang paling tepat. Begitulah kuasa-Nya. Begitulah Dzat yang membolak-balika n hati hamba-Nya.

    “Ketika aku tak lagi terkagum denganmu, maka pahamilah jejakku.. Karena mungkin, aku pernah menulis tentangmu dan meyapa namamu dalam tiap untaian doaku”

    Sumber : Ayat-Ayat Cinta

    Bantu FP ini berkembang hanya dg meng-klik 'bagikan'/'share'
    ALLAH SWT akan membalas sekecil apapun amal baik kalian

    BalasHapus